Nama Jokowi Diseret di Kasus Kuota Haji, Mantan Presiden Angkat Bicara: “Tak Pernah Ada Perintah Korupsi!”

By Admin


nusakini.com, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal namanya yang kembali dikaitkan dengan dugaan korupsi kuota haji 2024. Jokowi menegaskan, penyebutan namanya dalam berbagai kasus hukum merupakan hal yang kerap terjadi.

“Iya, di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Jokowi menjelaskan, saat menjabat Presiden, seluruh program kerja menteri memang berada dalam koridor kebijakan dan arahan presiden. Namun, ia menekankan bahwa tidak pernah ada instruksi yang mengarah pada praktik korupsi.

“Tidak ada yang namanya perintah atau arahan untuk korupsi. Enggak ada,” tegasnya.

Nama Jokowi kembali mencuat usai mantan Menpora Dito Ariotedjo diperiksa KPK sebagai saksi kasus kuota haji 2024, Jumat (23/1/2026). Dito mengaku dicecar penyidik soal kunjungan kerja bersama Jokowi ke Arab Saudi pada 2022.

“Saya sudah menjelaskan secara detail soal kunjungan kerja itu dan semoga bisa membantu KPK,” ujar Dito.

Ia menyebut agenda kunjungan tersebut berkaitan dengan forum internasional dan pertemuan bilateral, termasuk pembahasan investasi, IKN, serta pelayanan haji. Dito menegaskan tidak ada pembahasan khusus soal kuota haji.

“Itu bukan kuota spesifik, tapi soal pelayanan haji,” katanya.

Dito juga mengakui penyidik menanyakan keterkaitan Maktour Travel, yang diketahui dimiliki Fuad Hasan Masyhur, ayah mertuanya.

“Pastinya ditanyakan, karena Pak Fuad itu bapak dari istri saya,” ujarnya. (*)